Usaha Konveksi Salah Satu UMKM Desa Slungkep

Slungkep, Sabtu 18 September 2021 sejumlah mahasiswa KKN-IK IAIN Kudus melakukan pendataan UMKM dengan mengunjungi perusahaan konveksi milik Bu Muayanah yang tepatnya di desa Slungkep RT 03/01.

Awal mula beliau berbisnis disunia konveksi karena beliau melihat realita masyarakat sekitar yang khususnya ibu-ibu rumah tangga serta ibu-ibu yang ditinggal merantau oleh suami serta anaknya, sehingga mereka dirumah merasa kesepian dan merasa kurang pekerjaan. Berangkat dari hal ini ibu Muayanah membuka bisnis konveksi dan memberi peluang kepada masyarakat sekitar yang membutuhkan pekerjaan dan mau bekerja sama dengan team.

Konveksi di desa ada 2 macam. Yang pertama konveksi yang memproduksi sendiri, yang prosesnya di buat sendiri dari awal sampai akhir, mulai dari membuat desain, membuat pola, memilih bahan, cutting sampai dengan packing serta cara memasarkannya. Yang kedua konveksi yang desain, pola serta bahannya sudah ditentukan dari pabrik. Dan dari pabrik sendiri sudah menyediakan bahan-bahannya, mulai dari benang, label, polybag/plastik kemas. Sehingga di konveksi ini hanya membutuhkan jasa untuk menjahit sesuai model dan sampel hingga proses packingnya.

Jenis konveksi yang kedua iniliah bisnis konveksi milik Bu Muayanah, beliau bekerja sama dengan pabrik garment di Jakarta. Selanjutnya kalau bahan/kain sudah dijahit, sudah melewati proses cuality control, sudah di packing dan dimasukkan dalam polybag/ plastik kemas maka barang sudah siap untuk dikirim ke pabrik Jakarta lagi untuk diimpor atau ekspor.

Awal merisntis usaha konveksi ini dulunya hanya beberapa orang saja yang mau bergabung, namun seiring berjalannya waktu banyak tetangga dan kerabat-kerabat Bu Muayanah juga ingin bekerja dan bergabung bersama mereka, yang sampai sekarang jumlah tenaga kerja mencapai sekitar 35 orang. Dari 35 orang ini ada yang menjahit di tempat beliau dan ada pula yang di kerjakan di rumahnya masing-masing. Untuk jam kerjanya sendiri mulai pagi sampai sore dan saat adzan sholat dzuhur itulah digunakan untuk isoma (istirahat, sholat, makan), utuk yang rumahnya dekat waktu isoma ada yang pulang ke rumah masing-masing dan ada pula yang membawa bekal dari rumah.

Dalam berbisnis atau berwirausaha tentunya terdapat beberapa resiko bisnis yang harus dihadapi, resiko yang terkadang harus dihadapi Bu Muayanah sendiri dalam konveksi yaitu apabila barang sudah dikirim ke pabrik Jakarta dan ternyata sampel salah atau model tidak sesuai yang diharapkan dari pabrik, maka semua barang akan di kembalikan lagi ke konveksi dan harus dibongkar satu persatu, otomatis akan memulai lagi dari tahap awal sampai akhir yakni dari proses sewing sampai dengan packing lagi.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan